Showing posts with label Nasihah. Show all posts
Showing posts with label Nasihah. Show all posts

Tuesday, May 5, 2009

Kepentingan Berdoa

Salam sejahtera, semoga saudara dan saudari didalam lindungan Allah SWT jua...! Itulah doa aku kepada saudara dan saudari semua..!

Lama juga aku cuti menulis ek..? Dah masuk 2 purnama....wuyooo...lama wooo..! Minta maaflah saudara dan saudari, almaklum lah, kesebukan bekerja dan lain lain hal yang tak dapat aku elakan, sampaikan nak menulis pun malas...hehe...(elehhhh....alasannnn..!!)

Okay, hari ini nak menulis sedikit mengenai kepentingan berdoa, bukan aku nak jadi ustaz dan bersyarah macamana nak berdoa, macamana nak doa dimakbulkan dan lain lain lagi, itu semua saudara dan saudari boleh lah cari orang yang lebih ariff dan dalam kitab kitab pun banyak. Cuma aku nak petik sedikit makna doa iaitu; Sabda Rasullullah "Doa adalah inti ibadah". "Jauhilah gelombang bencana dengan berdoa" kata Imam Ali bin Abi Thalib.

Apakah saudara dan saudari terfikir dan perhatikan, negara kita, Malaysia ini adalah sebuah negara yang aman dan terlindung dari, ribut taufan, banjir yang teramat besar, tsunami, gempa bumi, tanah runtuh, kemarau yang berpanjangan dan lain lain musibah yang dialami oleh negara negara lain? Tidak kah rakyat Malaysia, samada yang berugama Islam atau tidak, Melayu, Cina India dan lain lain bangsa terfikir akan semua ini? Mungkin yang tidak berugama Islam akan bersangka dan berpendapat bahawa, memang Malaysia ini sudah semulajadinya terletak ditempat yang sememang nya selamt dan jauh dari bahaya bahaya diatas dan mungkin yang berugama Islam, ada juga yang berfikiran sebegitu.

Dari segi zahirnya, memang lah begitu, tetapi dari hakikatnya, keamanan, keselamatan, kemakmuran dan ketenteraman sesebuah negara atau tempat itu adalah disebabkan olah doa atau permohonan yang dipanjatkan oleh penduduk sesebuat tempat itu, samada oleh orang orang yang berugama Islam atau tidak, ini kerana Rahmat Allah SWT meliputi seluruh alam ini dan juga kepada orang yang berugama Islam atau tidak.


Berbalik kepada negara kita, selama ini tidak pernah terjadi bahaya dan bencana yang ketara kepada negara kita. Selama ini, tidak pernah terdengar gempa bumi yang bersekala kuat, tsunami yang tepat ke tanah kita, Taufan yang berskil besar, kemarau teruk yang berpanjangan dan lain lain bencana lagi. Tetapi, terdapat tanda tanda amaran seperti tsunami yang kecil dan tidak tepat, ribut bersekala kecil dan yang terbaharu gempa bumi kecil di kawasan Bukit Tinggi, Bentong dan Manjung. Memanglah kalau dilihat dari sudut saintifik gempa kecil ini adalah disebabkan oleh gerakan bawah bumi. Tetapi ianya semakin kerap, dalam masa 2 tahun telah terdapat 4 - 5 gerakan. Apakah tandanya dari pandangan hakikat? Semua ini ada kaitan nya dengan doa yang dipanjatkan samada oleh individu atau jemaah samada semasa dan selepas sholat, semasa perhimpunan mendapatkan ilmu dan lain lain aktiviti yang memohon kepada Allah SWT agar deselamatkan dari bencana. Ini termasuklah juga doa doa yang dipanjatkan oleh para para Wali yang kita tidak ketahui siapa mereka itu.

Dalam satu ceramah sempena Maulidur Rasul bulan lepas ditempat aku, penceramah berkata bahawa "Selagi ada umat yang mendoakan keselamatan dan keamanan kepada tanahair kita, maka, selagi itulah negara kita ini akan terselamat dan dilindungi. Dan, buat masa ini masih ada lagi walaupun bilangan nya telah banyak berkurangan, mereka ini yang mendoakan keselamatan dan kesejahteraan umat didalam negara ini. Tetapi, dikhuatiri, dalam masa 10 - 15 tahun lagi, bilangan yang sedikit ini akan pupus dan yang tinggal hanyalah ramai alim ulamak dan ustaz yang hidup dan beramal atas dasar materialistik. Maka, dimasa itu hampirlah sudah bencana dan bala dari Allah SWT" Semoga kita melihat apa yang diatas sebagai peringatan daripada Allah SWT kepada umat Islam di Malysia ini.

Dengan banyaknya fitnah, hasad dengki, terlalu banyak menyayangi harta benda, gila kepada kuasa, merebutkan peluang mengaut duit dan keuntungan dari kuasa politik dan lain lain lagi penyakit penyakit yang melupakan umat manusia ini dari pada tujuan dia dijadikan Allah SWT di bumi ini, aku khuatir, semasa kita leka dan lewa, negara kita akan digegarkan dengan gegaran dan bala yang lebih dahsyat lagi tanpa mengira ramai atau sedikit umat islam disesuatu tempat itu kerana bala dan bencana dari Allah SWT tidak mengira semua itu. Nauzubillahiminzalik!

Thursday, February 19, 2009

SULUK WUJIL

Suluk Wujil : dikaryakan oleh Kanjeng Sunan Bonang

1
Inilah ceritera si Wujil
Berkata pada guru yang diabdinya
Ratu Wahdat
Ratu Wahdat nama gurunya
Bersujud ia ditelapak kaki Syekh Agung
Yang tinggal di desa Bonang
Ia minta maaf
Ingin tahu hakikat
Dan seluk beluk ajaran agama
Sampai rahsia terdalam
2
Sepuluh tahun lamanya
Sudah Wujil
Berguru kepada Sang Wali
Namun belum mendapat ajaran utama
Ia berasal dari Majapahit
Bekerja sebagai abdi raja
Sastra Arab telah ia pelajari
Ia menyembah di depan gurunya
Kemudian berkata
Seraya menghormat
Minta maaf
3
“Dengan tulus saya mohon
Di telapak kaki tuan Guru
Mati hidup hamba serahkan
Sastra Arab telah tuan ajarkan
Dan saya telah menguasainya
Namun tetap saja saya bingung
Mengembara kesana-kemari
Tak berketentuan.
Dulu hamba berlakon sebagai pelawak
Bosan sudah saya
Menjadi bahan tertawaan orang
4
Ya Syekh al-Mukaram!
Uraian kesatuan huruf
Dulu dan sekarang
Yang saya pelajari tidak berbeda
Tidak beranjak dari tatanan lahir
Tetap saja tentang bentuk luarnya
Saya meninggalkan Majapahit
Meninggalkan semua yang dicintai
Namun tak menemukan sesuatu apa
Sebagai penawar
5
Diam-diam saya pergi malam-malam
Mencari rahsia Yang Satu dan jalan sempurna
Semua pendeta dan ulama hamba temui
Agar terjumpa hakikat hidup
Akhir kuasa sejati
Ujung utara selatan
Tempat matahari dan bulan terbenam
Akhir mata tertutup dan hakikat maut
Akhir ada dan tiada

6
Ratu Wahdat tersenyum lembut
“Hai Wujil sungguh lancang kau
Tuturmu tak lazim
Berani menagih imbalan tiggi
Demi pengabdianmu padaku
Tak patut aku disebut Sang Arif
Andai hanya uang yang diharapkan
Dari jerih payah mengajarkan ilmu
Jika itu yang kulakukan
Tak perlu aku menjalankan tirakat
7
Siapa mengharap imbalan uang
Demi ilmu yang ditulisnya
Ia hanya memuaskan diri sendiri
Dan berpura-pura tahu segala hal
Seperti bangau di sungai
Diam, bermenung tanpa gerak.
Pandangnya tajam, pura-pura suci
Di hadapan mangsanya ikan-ikan
Ibarat telur, dari luar kelihatan putih
Namuni isinya berwarna kuning
8
Matahari terbenam, malam tiba
Wujil menumpuk potongan kayu
Membuat perapian, memanaskan
Tempat pesujudan Sang Zahid
Di tepi pantai sunyi di Bonang
Desa itu gersang
Bahan makanan tak banyak
Hanya gelombang laut
Memukul batu karang
Dan menakutkan
9
Sang Arif berkata lembut
“Hai Wujil, kemarilah!”
Dipegangnya kucir rambut Wujil
Seraya dielus-elus
Tanda kasihsayangnya
“Wujil, dengar sekarang
Jika kau harus masuk neraka
Karena kata-kataku
Aku yang akan menggantikan tempatmu”

11
“Ingatlah Wujil, waspadalah!
Hidup di dunia ini
Jangan ceroboh dan gegabah
Sadarilah dirimu
Bukan yang Haqq
Dan Yang Haqq bukan dirimu
Orang yang mengenal dirinya
Akan mengenal Tuhan
Asal usul semua kejadian
Inilah jalan makrifat sejati”
12
Kebajikan utama (seorang Muslim)
Ialah mengetahui hakikat salat
Hakikat memuja dan memuji
Salat yang sebenarnya
Tidak hanya pada waktu isya dan maghrib
Tetapi juga ketika tafakur
Dan salat tahajud dalam keheningan
Buahnya ialah mnyerahkan diri senantiasa
Dan termasuk akhlaq mulia
13
Apakah salat yang sebenar-benar salat?
Renungkan ini: Jangan lakukan salat
Andai tiada tahu siapa dipuja
Bilamana kaulakukan juga
Kau seperti memanah burung
Tanpa melepas anak panah dari busurnya
Jika kaulakukan sia-sia
Karena yang dipuja wujud khayalmu semata
14
Lalu apa pula zikir yang sebenarnya?
Dengar: Walau siang malam berzikir
Jika tidak dibimbing petunjuk Tuhan
Zikirmu tidak sempurna
Zikir sejati tahu bagaimana
Datang dan perginya nafas
Di situlah Yang Ada, memperlihatkan
Hayat melalui yang empat

15
Yang empat ialah tanah atau bumi
Lalu api, udara dan air
Ketika Allah mencipta Adam
Ke dalamnya dilengkapi
Anasir ruhani yang empat:
Kahar, jalal, jamal dan kamal
Di dalamnya delapan sifat-sifat-Nya
Begitulah kaitan ruh dan badan
Dapat dikenal bagaimana
Sifat-sifat ini datang dan pergi, serta ke mana
16
Anasir tanah melahirkan
Kedewasaan dan keremajaan
Apa dan di mana kedewasaan
Dan keremajaan? Dimana letak
Kedewasaan dalam keremajaan?
Api melahirkan kekuatan
Juga kelemahan
Namun di mana letak
Kekuatan dalam kelemahan?
Ketahuilah ini

17
Sifat udara meliputi ada dan tiada
Di dalam tiada, di mana letak ada?
Di dalam ada, di mana tempat tiada?
Air dua sifatnya: mati dan hidup
Di mana letak mati dalam hidup?
Dan letak hidup dalam mati?
Kemana hidup pergi
Ketika mati datang?
Jika kau tidak mengetahuinya
Kau akan sesat jalan
18
Pedoman hidup sejati
Ialah mengenal hakikat diri
Tidak boleh melalaikan shalat yang khusyuk
Oleh karena itu ketahuilah
Tempat datangnya yang menyembah
Dan Yang Disembah
Pribadi besar mencari hakikat diri
Dengan tujuan ingin mengetahui
Makna sejati hidup
Dan arti keberadaannya di dunia
19
Kenalilah hidup sebenar-benar hidup
Tubuh kita sangkar tertutup
Ketahuilah burung yang ada di dalamnya
Jika kau tidak mengenalnya
Akan malang jadinya kau
Dan seluruh amal perbuatanmu, Wujil
Sia-sia semata
Jika kau tak mengenalnya.
Karena itu sucikan dirimu
Tinggalah dalam kesunyian
Hindari kekeruhan hiruk pikuk dunia

20
Keindahan, jangan di tempat jauh dicari
Ia ada dalam dirimu sendiri
Seluruh isi jagat ada di sana
Agar dunia ini terang bagi pandangmu
Jadikan sepenuh dirimu Cinta
Tumpukan pikiran, heningkan cipta
Jangan bercerai siang malam
Yang kaulihat di sekelilingmu
Pahami, adalah akibat dari laku jiwamu!
21
Dunia ini Wujil, luluh lantak
Disebabkan oleh keinginanmu
Kini, ketahui yang tidak mudah rusak
Inilah yang dikandung pengetahuan sempurna
Di dalamnya kaujumpai Yang Abadi
Bentangan pengetahuan ini luas
Dari lubuk bumi hingga singgasana-Nya
Orang yang mengenal hakikat
Dapat memuja dengan benar
Selain yang mendapat petunjuk ilahi
Sangat sedikit orang mengetahui rahasia ini

22
Karena itu, Wujil, kenali dirimu
Kenali dirimu yang sejati
Ingkari benda
Agar nafsumu tidur terlena
Dia yang mengenal diri
Nafsunya akan terkendali
Dan terlindung dari jalan
Sesat dan kebingungan
Kenal diri, tahu kelemahan diri
Selalu awas terhadap tindak tanduknya
23
Bila kau mengenal dirimu
Kau akan mengenal Tuhanmu
Orang yang mengenal Tuhan
Bicara tidak sembarangan
Ada yang menempuh jalan panjang
Dan penuh kesukaran
Sebelum akhirnya menemukan dirinya
Dia tak pernah membiarkan dirinya
Sesat di jalan kesalahan
Jalan yang ditempuhnya benar
24
Wujud Tuhan itu nyata
Mahasuci, lihat dalam keheningan
Ia yang mengaku tahu jalan
Sering tindakannya menyimpang
Syariat agama tidak dijalankan
Kesalehan dicampakkan ke samping
Padahal orang yang mengenal Tuhan
Dapat mengendalikan hawa nafsu
Siang malam penglihatannya terang
Tidak disesatkan oleh khayalan
35
Diam dalam tafakur, Wujil
Adalah jalan utama (mengenal Tuhan)
Memuja tanpa selang waktu
Yang mengerjakan sempurna (ibadahnya)
Disebabkan oleh makrifat
Tubuhnya akan bersih dari noda
Pelajari kaedah pencerahan kalbu ini
Dari orang arif yang tahu
Agar kau mencapai hakikat
Yang merupakan sumber hayat
36
Wujil, jangan memuja
Jika tidak menyaksikan Yang Dipuja
Juga sia-sia orang memuja
Tanpa kehadiran Yang Dipuja
Walau Tuhan tidak di depan kita
Pandanglah adamu
Sebagai isyarat ada-Nya
Inilah makna diam dalam tafakur
Asal mula segala kejadian menjadi nyata
38
Renungi pula, Wujil!
Hakikat sejati kemauan
Hakikatnya tidak dibatasi pikiran kita
Berpikir dan menyebut suatu perkara
Bukan kemauan murni
Kemauan itu sukar dipahami
Seperti halnya memuja Tuhan
Ia tidak terpaut pada hal-hal yang tampak
Pun tidak membuatmu membenci orang
Yang dihukum dan dizalimi
Serta orang yang berselisih paham
39
Orang berilmu
Beribadah tanpa kenal waktu
Seluruh gerak hidupnya
Ialah beribadah
Diamnya, bicaranya
Dan tindak tanduknya
Malahan getaran bulu roma tubuhnya
Seluruh anggota badannya
Digerakkan untuk beribadah
Inilah kemauan murni
40
Kemauan itu, Wujil!
Lebih penting dari pikiran
Untuk diungkapkan dalam kata
Dan suara sangatlah sukar
Kemauan bertindak
Merupakan ungkapan pikiran
Niat melakukan perbuatan
Adalah ungkapan perbuatan
Melakukan shalat atau berbuat kejahatan
Keduanya buah dari kemauan

Nota : Diambil dari blog Mas Kumitir 

SULUK GEDUNG

Pupuh Mijil 

1
Sesungguhnya tidaklah ada yang tahu
Bahwa umpamanya Ia bersemayam di gedung itu
Tapi diketahuiNya ia yang tahu
Serta bagaimana segala mahluk berperilaku
Sungguh sebelum terjadi
Ia telah mengerti

2
Ketahuilah Sebelum segalanya terjadi
Ketika jagad kosong tanpa isi
Bahkan sebelum awang-uwung itu sendiri
Yang ada hanya Tuhan Sang Maha Widi
Hanya Ia pula yang mengetahui
Zat Mahaluhur dan Suci

3
Maka dibikinNya semua mahkluk ini
Agar ada yang mengenali
Diciptakannya jagat semesta
Dengan hanya satu sabda
Segalanya mengada seketika :
“Kun”

4
Sempurna tak ada kekurangan
Karena Tuhan yang menciptakan
Ia berkuasa karena DiriNya sendiri
Tanpa kesalahan sama sekali
Demikianlah tatkala semua terjadi
Bertahap menjadi dan menjadi

5
Maka bersabdalah Ia
Kenapa segenap alam yang dijadikanNya nyata
“Sungguh tak Kujadikan Jin dan manusia
Kecuali untuk satu:
Menyembah kepadaKu”

6
Menyembah untuk melihat
Dengan cara memandang yang khas
Menyembah seperti berkaca dalam cermin
Berjuang menemukan rupa yang hakiki
Karena yang diperlihatkan oleh kaca
Tidaklah sejati

9
Ketika engkau menyembah memuji
Tajamkan penglihatan
Kepada yang menggerakan sembahyang
Yakni Allah sejati
Kau sembah Ia dengan pasti
Tidak setengah hati

10
Menatap ini dan menatap itu
Sampai pula segala sesuatu
Tak ada yang kosong olehNya
Ia meliputi dan memenuhi apa saja
Bahkan ZatNya tampak
Bagi setiap mata yang waspada

11
Lainnya tiada, kecuali yang terlihat
Apabila sudah arif makrifat
Namun jika rabun oleh segala rupa
Yang tampak itu hakiki disangkanya
Lantaran tak tahu ajaran yang benar
Bingung yang terlihat dan terdengar

12
Tak bingung kalau tahu yang sejati
Bagi yang ingin melihatnya
Sirnakan segala rupa
Yakni dinding yang menutupi batin mata
Kalau sudah tercapai ia
Itulah makrifat namanya

13
Menempuh jalan, mencari
WajahNya yang kelihatan
Demikian engkau tahu menemukan Tuhan
Demikian engkau menempuh jalan
Yang sejak sediakala disediakan

14
Kalau dipandang tiada. Ia tiada
Maka jangan ragukan tempatNya
Kalau dipandang tiada, Ia tiada selamanya
Dari awal hingga akhir
Tak ada yang mengerti
Karena itulah dicari

15
Kalau dipandang ada, Ia ada, anakku
Hendaklah engkau waspada menatapNya
Lantaran tak ada lagi selain Ia
Tinggal bagai sepi
Satu wujud Abadi

Nota : Diambil dari blog Mas Kumitir


Friday, January 23, 2009

Harimau Beriman..!!




Salam..! Ini cerita, kakak aku email petang tadi. Best juga cerita nya. Bacalah..!


Alkisah...Seorang lelaki islam ponteng sembahyang Jumaat. Sebaliknya dia
masuk hutan untuk memburu ayam hutan. Sedang dia terhendap2 di dalam semak, tiba2 dia berlanggar dengan seekor HARIMAU yang sedang lena tidur.

Dia begitu terkejut sehingga senapangnya tercampak lalu tergelungsur ke dalam jurang. Dia pula tergolek ke arah lain, jatuh ke atas batu dan KRAKKKK! Kedua2 kakinya patah. Jangan risau .. ini bukanlah berita buruk ok. Ada lagi .. Berita buruknya adalah HARIMAU tadi terus menghambatnya, sedangkan dia dah tak boleh bergerak lagi.

'Ya Allah,' doa lelaki tersebut,'Ampunilah dosaku kerana ponteng sembahyang
jumaat berjemaah pada hari Jumaat yang mulia ini ..

Ampunilah aku ya Allah..makbulkan hajat ku ini .. jadikanlah HARIMAU yang
memburuku HARIMAU yang beriman..tolong ya Allah! Aminnn..'

Tiba2 guruh berdentum! HARIMAU tadi tiba2 terhenti betul2 di hadapan lelaki
tadi.

Harimau itu bertukar menjadi seekor harimau yang beriman dan bersopan
santun.


Sambil menadah kedua2 kaki depannya ke langit .. HARIMAU tersebut pun
berdoa, 'Allahumma barik lana, fima razaktana, wa qina azzabbannar.
Aminn..'


Pengajaran dari cerita diatas;
1. Jangan ponteng sembahyang jumaat
2. Minta tolong hanya pada Allah
3. Sebelum makan kena baca doa...hehehe



Friday, January 9, 2009

Kebesaran Rumah Allah


Assalamualaikom dan Salam Sejahtera kepada saudara dan saudari semua. Semoga sihat selalu. Lama juga aku 'break" ek? Alahai...kesebokan urusan seharian kadang kadang tak dapat nak dielakan.

Hemm...nikmatilah 3 gambar rumah Allah SWT ini...Makkah Muqarramah. Betapa sayu nya hati kecil ini, bila mengingatkan panggilan Nabi Ibrahim AS, masih disahut oleh umat Muhammad SAW dari serata cerok dunia. Benarlah janji Allah itu..!!




Dibawah ini pula, gambar dalam Kaabah. Masa dulu, masa zaman aku kanak kanak dan remaja dahulu, aku sering tertanya tanya pada diri sendiri, apakah yang ada dalam Kaabah itu. Aku sering lontarkan pertanyaan ini pada orang yang lebih tua. Haha...macam macam jawapan yang aku terima. Yang tak tahu macam aku pun ramai. Jadi gambar kat bawah ini adalah jawapan kepada mereka yang masih tercari cari jawapanya, seperti masa aku masih kanak kanak dahulu. 




Tapi ingatlah, bukan bangunan ini yang disembah, bukan barang barang yang didalam nya yang disembah, itu semua hanyalah penyataan bahawa semua umat Islam menghadap satu penyatuan arah apabila bersolah. Yang disembah, hanyalah ALLAH, Zat Yang Maha Mutlak..!! DIA tidak berumah..!! Malah DIA lebih dekat dengan hambaNYA dari urat leher mereka sendiri.

Haiii....bila pula pulak 'turn' aku nak kesana ni..??








Monday, December 8, 2008

Datang Dalam Pasrah




Aku datang....! Aku datang....Ya Allah
Berselimut putih, datang menyahut...Ihram
Datang menyerah, mengharap kasih...Pasrah
Kepangkuan Illahi, terfana sudah

Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar
Allahu Akbar

Mengelombang takbir menyentuh setiap Qalbu...Takbir
Teramat kerdil, merentang jalan penuh dugaan...Saie
Dibimbing diri menjelajah padang yang tandus...Arafah

Putih bersih, harapan insan..Mabrur
Manakan dapat tanpa pasrah...Tunduk
Berputar, mengagung bak bumi...Tawaf
Mengamitkan nikmat syukur ikhlas semata









Friday, December 5, 2008

Hanya Untuk Mu



Alif..! Tegak, menegadah kelangit,
Ruas ruas tulang mengendur, rehat..!
Tunduklah, Roh dan Jasad,
Kembali.., Pasrah..! Kata 'Aku' yang sebenar,
Yang hina ini datang, Mi'raj..!
Niat didalam setiap perbuatan...sepanjangnya.

Takbir..Allahu Akbar..! Allah Maha Besar..!
Diam sebentar.., tunduk..!

Allah Maha Besar, Maha Besar Dia,,
Segala pujian yang sebanyaknya untuk Dia,
Maha suci Allah, siang dan malam,
Kuhadapkan wajahku kepada Wajah yang menciptakan langit dan bumi,
Dengan tunduk dan menyerah diri, pasrah..! Sesungguhnya aku bukan dari kalangan musyrikin,
Solatku, ibadahku, hidup dan matiku...hanya kerana Allah, Tuhan sekelian alam,
Tidak ada sekutu bagiNya dan aku tidak diajar untuk menyekutukanya,
sesungguhnya aku dari kalangan orang orang muslimin,

DibimbingNya diri ini meniti lantai yang bertingkat, menjulang tinggi,
Tunduk dalam kepasrahan..!

Al Fatehah...., seterang sinar bulan rembulan dimalam gelap gulita. Berseri, menerangi..!
DijawapNya setiap kata kataku,
Segala Puji bagi Allah Tuhan sekelian alam,
Lihatlah.., hambaKu telah memujiKu,
Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang,
Lihatlah.., hambaKu telah menyanjungKu,
Yang menguasai hari pembalasan,
Lihatlah.., hambaKu telah mengagungkanKu,
Tunduk dalam kepasrahan.

Rukuk...., membongkok tunduk jasad dan hati, sejiwa..!
Wahai hati..,
tunduklah..,
merendahlah engkau..!
Tunduk dalam kepasrahan..!

Sujud...., menyembah bumi,
Dimanakah rasa sombong engkau..?
Dimanakah rasa bongkak engkau..?
Dimanakah ego engkau..?
Tiada....!
Melainkan...., 
Sujud jua hati dan jasad, pada Illahi..!
Dengan rasa rendah dan hina..,
Tunduk dalam kepasrahan..!

Kusampaikan lapan doa dalam duduk i'tiraj,
Menjerit lembut ...nun didalam sana,
Mengharapkan jawapan....,
Ampuni aku..,
Sayangi aku..,
Tutupkanlah keaibanku..,
Angkatlah darjatku..,
Berilah aku rezeki..,
Berilah aku petunjuk..,
Sehatkan aku..,
Maafkan aku..,

Tahiyat akhir...duduk bersimpuh dalam ketenangan
Seluruh penghormatan hanya untuk Ya Allah, begitu juga seluruh keselamatan dan kebaikan
Semoga kesejahteraan dilimpahkan kepadamu, wahai Nabi, serta rahmat Allah dan berkat Nya
Limpahkanlah kesejahteraan bagi kami, juga kepada hamba Allah yang saleh
Asyhadu alaa ilaaha ilallaah wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah
 
Tunduk dalam kepasrahan..!

Salam....sampaikanlah
tebarkanlah kesejahteraan keseluruh alam.

Kudambarkan tali kasihMu
Lontarkanlah..dalam aku pasrah padaMu
Ku harapkan respon Mu
Perlahan lahan dan penuh perasaan....Thuma'ninah..!

Tunduk dalam kepasrahan....!